Coaching Your Sales Into Sales Wolf

Coaching selalu mengarah pada sumber daya manusia.itu sebabnya leader yang menjalankan coaching menempatkan sumber daya manusia sebagai asset terbesar dalam bisnis. Banyak sales manager perusahaan di Indonesia gemar memberikan to do list kepada team salesnya.


Berikut ini contoh to do list yang diberikan oleh para sales manager.:

  1. Follow-up penjualan ke PT Angkasa Jaya |(Tim Agus)
  2. Riset pasar di jawa tengah terutama kawasan pekalongan, semarang,
    salatiga, kudus,dan sekitarnya (Tim Dika)
  3. Tawarkan Digital Printing beberapa penerbit baru di Yogyakarta (Tim Dika)
  4. Kejar tambahan order ke beberapa calon klien Jakarta-depok-bekasi (Tim
    Agus)
  5. Buat penawaran baru untuk beberapa calon klien bali,dan kejar tambahan
    order klien lama (Tim Melly)
  6. Tawarkan ATK ke semua klien masing-masing, buat paket menarik agar ada
    repeat order (semua Tim)
  7. Buat laporan penjualan mingguan (semua tim)
  8. Buat perencanaan target market bulanan untuk semua tim

Sentuhan kebersamaan dalam perusahaan hilang karena sang manajer
tidak fokus pada individu yang notabene adalah makhluk sosial. Itu sebab,seorang manajer saja tidak cukup untuk memimpin sales tim. Yang dibutuhkan adalah Manager Sales Coach. Sumber daya manusia yang merupakan makhluk social senantiasa digerakkan oleh perasaan dan emosi dalam setiap aktifitasnya, termasuk dalam bekerja dan mengembangkan diri. Pendekatan coaching sangat dibutuhkan untuk menyentuh sisi sosial, emosi, psikologi dalam meningkatkan produktifitas dan kegiatan penjualannya. Itulah mengapa saya menggaris bawahi, coaching adalah solusi kepemimpinan di tengah kompetisi yang sulit.

Sekarang bisnis berjalan di era digital, dengan berkembangnya era digital maka para manager tidak cukup hanya dengan memberikan perintah dan to do list kepada para team sales. Untuk itu para Manager harus melakukan sales wolf coaching.

Enam Kesalahan Dalam Sales Coaching Yang Sering Terjadi.

  1. Coach tidak memiliki keterampilan coaching dengan baik adalah kesalahan pertama yang akan berdampak pada kondisi buang-buang waktu.
  2. Fokus dalam memberi solusi. Kesannya sperti benar,tapi inisebuah jebakan karena coaching adalah membuat para peserta mencari solusi ibarat memberi orang ikan. Coaching lebih mengarahkan bawahan untuk berpikir mencari dan mengahadapi solusi tersebut.
  3. Coaching memakan waktu lama. Sales selalu dihadapkan pada target.
    Kegiatan utama mereka berjualan,sehingga rata-rata ,menempatkan waktu sebagai uang. Coaching harus mempunyai agenda khusus,sehingga tidak terkesan membuang-buang waktu dan mengesampingkan produktifitas.
    System dan tools akan membuat pelaksanaan coaching berjalan lancar sehingga tak perlumemakan waktu panjang. Persiapan materi dan kemasan coaching yang baik membantu proses transfer ilmu menjadi lebih mudah.
  4. Tidak mampu menghadapi orang berkepribadian sulit. Tidak semua peserta coaching memiliki motivasi dan minat yang sama. Bagaimanapun mereka adanya, seorang coach harus menghadapi setiap individu dalam coaching. Lagi-lagi Karena coaching berfokus pada sumber daya manusia,yang menumpu pada perasaan,sifat dan karakter yang beragam. Gagal menghaddapi pribadi peserta yang sulit akan membuat coaching menjadi sia-sia. Tak jarang pada sesi coaching peserta justru menyetir coach, sementara yang gagal menghadapinya. Ibarat pemain yangmengendalikan pelatih, maka tidak akan ada terobosan.
  5. Tidak terstruktur.”Bagaimana hasilcoaching kemarin?”Tanya owner
    perusahaan digital pada tim sales yang baru saja dikirim ke sesi coaching perusahaan.
    “Ya belajar pak sampai siang,habis itu ya ngobrol-ngobrol saja.”
    Coaching yang tidak terstruktur, tanpa system dan toolshanya bisa
    mengendalikan seluruh proses coaching agar tetap fokus pada materi, dan step by step perjalanan coaching.
  6. Belum menjadi budaya. Pada banyak perusahaan yang gagal memanfaatkan coaching untuk tim salesnya, terjadi lantaran coaching hanya dianggap sebagai pelengkap. Pada beberapa kasus malah hanya dijadikan ajang melepaskan diri dari rutinitas bekerja. Coaching juga dianggap sekadar menajalani rutinitas sehingga objektif dari proses coaching tidak tercapai.

Ben Abadi memiliki misi yang tajam untuk membantu setiap perusahaan di
Indonesia agar terus berkembang di era digital terutama dalam membentuk team sales untuk menjadi SALES WOLF melalui program SALES WOLF COACHING, dimana seorang sales wolf mampu mencapai target tanpa kata TIDAK, sehingga GOAL PERUSAHAAN TERCAPAI.

Berikut ini Tips-Tips Menjadi Manager Sales Coach.

  1. Mengikuti pelatihan yang diselengarakan oleh lembaga pelatihan
    terpercaya.
  2. Memiliki motivasi untuk membimbing dan membantu bawahan agar
    mencapai target yang sudah ditetapkan.
    Kadang manager coach berperan menjadi guru yang sabar, kadang harus ,menjadi trainer yang tegas, atau sahabat yang mendukung. Tanpa motivasi untuk membimbing dan membantu, peran-peran itu mustahil dijalankan.
  3. Mengubah gaya kepimpinan dari memerintah menjadi mendengarkan, membimbing, dan melatih.
    Gaya bossy sudah pasti gagal menjalankan proses coaching. Itu sebabnya gaya itu harus dikubur dan memunculkan gaya yang lebih demokratis untuk mendengarkan, membimbing, dan melatih.
  4. Mempunyai sesi coaching secara regular dan terstruktur.
    Berbeda dengan seminar & training, coaching diberikan secara mendalam dengan praktik mendalam pula. Proses coaching menuntu kesinambungan agar efektif., Oleh karena itu, sesi coaching perlu dilakukan secara regular dan berkelanjutan. Setiap sesi langkah baru coaching adalah pengembangan atau kelanjutan dari langkah coaching sebelumnya dan bukan pengulangan. Seluruh proses dilakukan secara terstruktur dengan menggunakan system, pelaksanaan, dan evaluasi yang memiliki standard dan
    terstruktur.
  5. Fokus terhadap perbaikan perilaku bawahan menuju titik ideal. Sekali lagi sales sebagai sumber daya manusia adalah individu-individu yang harus berkembang. Oleh karena itu, manager coach harus focus terhadap peningkatan kemampuan/kompetensi/skill dan produktivitas dengan lebih dahulu memperbaiki perilaku dan sikap bawahan. Bila perilaku sudah ideal, gol dan target lebih mudah dicapai karena sales sudah siap secara mental dan kemampuan untuk menjual.

Syarat dan panduan langkah sebagai manager sales coach akan mengantarkan
leader menjadi world Greatest Sales Coach, Pelatih sales kelas dunia. Ia
memiliki kebiasaan, pola piker, dan ketrampilan sehingga mampu dan
membangun Slaes Wolf Team. Hasil akhirnya tentu saja adalah target sales
yang tercapai.