FROM ZERO TO HERO

Setiap manusia ingin meraih kesuksesan dalam kehidupannya, namun tidak semua dari mereka berhasil untuk mencapainya. Karena banyak yang harus di perjuangkan dan di kuatkan oleh tekad untuk mendapatkan keberhasilan tersebut. Hidup itu adalah belajar dan berproses dari tidak tahu apa-apa (kosong) menjadi mengetahui, kemudian mengerti, lalu memahami dan selalu berulang setiap hari, berganti minggu, kemudian berganti dengan bulan dan berganti dari tahun ke tahun sampai akhirnya kita meninggalkan dunia yang fana ini.
Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia yang unggul. Di dunia usaha, sejak jaman kerajaan di Nusantara
sudah dikenal banyak pedagang kaya dari Minang, Melayu, Makassar, dan Jawa. Memulai usaha dari nol tidaklah
gampang. Beberapa orang bahkan keteteran hingga akhirnya bangkrut saat berusaha mewujudkan impiannya. Usaha untuk dapat menjadi orang sukses dilakukan dari usaha kecil-menengah (UKM) dengan optimisme dan semangat pantang menyerah. Bagi kamu yang ingin memulai sebuah bisnis, sebaiknya belajarlah dari tokoh-tokoh pebisnis sukses yang berhasil membuat bisnisnya sukses. Keberhasilan mereka tidak datang dari keberuntungan, bahkan keahlian atau bakat tetapi satu keteguhan Mereka bekerja sangat keras dan mereka tidak pernah menyerah!

Banyak Pengusaha yang dulunya ZERO sekarang menjadi HERO. Usaha yang mereka lakukan hingga sukses seperti ini tidaklah gampang dan mudah, banyak kegagalan yang harus mereka hadapi dalam mencapai semuanya. Contoh nya saja seperti Jack Ma pemilik Alibaba, Jack Ma berasal dari keluarga musisi dan pencerita di Hangzhou, Tiongkok. Ia pernah hidup pahit di masa Revolusi Kebudayaan dan mengalami berbagai kegagalan. Lelaki itu bangkit, membangun situs Alibaba, dan kini menjadi orang terkaya kedua di negerinya.

Singkat cerita setelah Jack Ma melalui perjalanan yang sangat panjang dan sangat berliku Dia mencoba untuk membuka perusahaan E-Commerce bernama Alibaba dengan hanya bermodalkan 500.000 Yuan China. Tidak banyak yang mengira bahwa Alibaba akan sebesar saat ini dengan pendapatan saat ini mencapai 25 Miliar USS $. Hebat bukan?? Tidak semata mata Jack Ma mendapatkan semuanya gampang dia pernah di tolak lebih dari 30 perusahaan, bahkan Jack Ma pun pernah di tolak di kepolisian dan KFC. Tetapi berkat semua pengalaman yang dia alami dia menjadikan itu semua sebagai pengalaman dan pembelajaran di dalam kehidupannya untuk terus maju.

Jika Jack Ma sukses dengan Alibaba beda hal dengan Ferry Unardi pendiri dari traveloka. lahir pada 16 Januari 1988 di kota Padang. Setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah menengah, Ferry memutuskan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Purdue University jurusan Computer Science and Engineering.
Setelah menyelesaikan pendidikan S1, beliau memutuskan untuk bekerja di Microsoft, Seattle. Dengan tingkat
persaingan yang tinggi, Ferry menilai bahwa kariernya di Microsoft akan sulit naik.
Beliau kemudian memutuskan untuk berhenti bekerja dan melanjutkan studinya.

Sambil menjalani studi di Harvard University, Ferry Unardi tertarik untuk mengembangkan perusahaan rintisan (startup). Beliau memilih bidang mesin pencari tiket pesawat. Karena ide inilah, lahir Traveloka, startup di bidang reservasi tiket yang tergolong baru dan langsung menarik perhatian para investor.Sejauh ini, Traveloka sudah mendapatkan pendanaan dari beberapa perusahaan modal ventura (venture capital).
Banyak hal yang harus dipelajari oleh Ferry saat mengawali Traveloka. Tantangan terberat adalah bagaimana cara
mengelola tim yang awalnya berjumlah 8 orang menjadi belasan, puluhan bahkan ratusan orang. Banyak hal yang
harus dilakukan sebagai perusahaan baru, termasuk membentuk budaya perusahaan dan membangun manajemen yang solid.

Sama seperti halnya dengan pendiri dari Tokopedia, William Tanuwijaya, dilahirkan pada tanggal 11 November 1981. Setelah tamat SMA, Beliau merantau ke ibukota untuk melanjutkan pendidikan. William Tanuwijaya mengenyam pendidikan di Universitas Bina Nusantara (Binus), di jurusan Teknik Informatika. Selama kuliah, tepatnya saat semester II, William juga bekerja sebagai penjaga warnet. Williammengatakan pekerjaan sebagai penjaga warnet banyak memberikan keuntungan, selain tambahan uang saku juga akses internet gratis. Dari sinilah William Tanuwijaya mengenal lebih dalam mengenai internet.

Setelah lulus kuliah, William sempat bekerja di beberapa perusahaan software developer dan game developer, bahkan di perusahaan jual beli online KafeGaul.

Awalnya William mengajak salah satu rekannya bernama Leontinus Alpha Edison, merintis Tokopedia.com pada
tanggal 6 Februari 2009.

Waktu pengembangan Tokopedia, membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan. Tepat pada ulang tahun Indonesia yang ke 64 (17 Agustus 2009), William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison merilis Tokopedia. Dalam membangun Tokopedia pun Willian sempat mengalami kesusahan dalam mencari modal. Dari banyaknya penolakan karena melihat latar belakang yang di rasa belum pas sejumlah orang pun meragukan kesuksesan William.

Tapi penolakan tersebut tidak membuatnya berhenti, William terus mencari alternatif dan coba menyakinkan sejumlah orang agar mau memberinya bantuan. Tokopedia boleh dibilang memiliki prkembangan jumlah penjual dan pembeli yang cukup bagus. Pada tahun pertamanya, Tokopedia mendapatkan suntikan investasi. Prestasi di tahun pertamanya, Tokopedia mendapatkan penghargaan dari Bubu Awards sebagai startup e-commerce terbaik di Indonesia. Model bisnis yang ditawarkan Tokopedia adalah menghubungkan antara penjual dan pembeli dengan aman, nyaman dan praktis. Tokopedia memberikan rasa aman kepada pembeli dan penjual, sehingga bisnis ini dapat meminimalkan angka kriminalitas di bisnis online.

Berkat kegigihan dan dengan modal seadanya, Tokopedia berjalan dengan usaha yang maksimal.Tak lama investor mulai berdatangan, salah satunya East Ventures. Sejak tahun 2010, Tokopedia selalu mendapat investasi dari asing, seperti East Ventures (pada 2010), CyberAgent Ventures (2011), Beenos (2012), dan SoftBank (2013).

Dari kisah-kisah para pengusaha inilah yang mengawali karirnya dari ZERO menjadi HERO kita dapat mengambil
banyak hal yang dapat kita pelajari, seperti semangat pantang menyerah dan kerja keras, punya kemuan untuk maju dan berkembang, dan berani untuk mengambil resiko yang harus di hadapi nantinya.

Dan berikut adalah 7 Kunci From Zero To Hero Versi Coach Ben Abadi:

1. Berpikir positive walau di tengah situasi kesulitan2. Percaya bahwa hari depan akan lebih baik
3. Belajar high-income skill agar bisa lebih produktif
4. Memiliki komunitas yang membangun dan mendukung
5. Kerja lebih kreatif dan suka membantu
6. Bergaul dengan orang yang lebih sukses dan kaya
7. Miliki Mentor untuk membimbing ke next level.