PROFIT FOLLOWS MANAGEMENT

Dalam kehidupan sehari-hari kita tak terlepas dari yang
namanya Manajemen. Dalam suatu organisasi atau
perusahaan, manajemen sangatlah diperlukan dalam hal
proses mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.
Lalu apa sih yang dimaksud dengan Manajemen itu?
Kata manajemen pastinya sudah tidak asing lagi.
Pengertian dan fungsi manajemen secara umum
memiliki sudut pandang dan juga persepsi yang
berbeda-beda. Namun semuanya akan mengerucut pada
satu hal yaitu pengambilan keputusan.


Manajemen bisa dideskripsikan sebagai sebuah proses
sosial yang melibatkan tanggung jawab untuk masalah
ekonomi serta operasional perencanaan dan regulasi
yang efektif suatu perusahaan untuk mencapai tujuan
utama. Manajemen memiliki proses yang dinamis dan
terdiri dari beragam elemen serta aktivitas. Aktivitas
manajemen berbeda dari fungsi operasional yang
dilakukan oleh bagian marketing, keuangan, dan
sebagainya.


Sedangkan Profit adalah Istilah yang menjadi Stigma
Utama sebuah organisasi berangkat membangun dan
mengembang bisnis.


Banyak pengusaha rela menjual dengan margin rendah
karena dari awal produk atau servicenya tidak
mempunyai keunikan yang kuat untuk bersaing dipasar.

Alhasilnya, harus pemangkas harga untuk
berhasil menjual. Hal yang lain juga terjadi karena
membidik pasar atau mencoba menjadi ‘everything to
everyone’ yang alhasil bisa menjadi ‘nothing to
nobody’.


Pertumbuhan dari bisnis merupakan tujuan utama untuk
sebagian besar pemilik bisnis dan pengusaha.
Tantangan ekonomi pada saat ini banyak menawarkan
peluang yang unik untuk memperluas bisnis mereka
yang telah memiliki kemampuan khusus.


Mengembangkan bisnis dan meningkatkan profit adalah
suatu tantangan yang berkelanjutan, apabila Anda telah
menggunakan cara perkembangan bisnis yang sama
selama beberapa waktu, padahal masih banyak cara
untuk memperluas bisnis Anda pada era pertumbuhan
ekonomi sekarang ini. Berikut beberapa ide yang dapat
dilakukan antara lain :

  1. Membuat strategi perluasan bisnis.
  2. Menambahkan produk dan layanan baru
  3. Memperluas pasar ke daerah-daerah terpencil.

Pertumbuhan atau perluasan bisnis ke arah yang lebih
maju dan besar adalah tujuan utama dari setiap
pengusaha, karena dipastikan akan seiring pula dengan
meningkatnya pendapatan dan keuntungan yang
diraihnya.

Tidak sedikit pengusaha yang memiliki omset
miliyaderan ternyata labanya jelek atau bahkan minus
sehingga membuat pengusaha sering gali lobang dan
menjadi tidak percatya diri dengan bisnis yang mereka
jalani saat ini.


Dibawah ini juga di jelaskan beberapa fungsi dari
manajemen yang dapat diterapkan oleh pengusaha
dalam bisnisnya :

  1. Perencanaan ( Planning )
    Perusahaann yang tersistemasi akan selalu
    membuat perencanaan untuk mencapai tujuan/goal
    mereka. Perencaan adalah langkah awal untuk
    memulai sesuatu. Jika sebuah perusahaan memiliki
    tujuan tanpa adanya perencaan maka kemungkinan
    besar tujuan tersebut tidak akan tercapai.
  2. Pengorganisasian ( oraginizing )
    Setelah melakukan perencanaan secara matang,
    saatnya mengubah rencana tersebut menjadi
    sesuatu yang nyata. Namun, untuk itu, Anda perlu
    memastikan agar tugas atau kegiatan tertentu
    dikerjakan oleh orang-orang yang tepat.
  3. Pengarahan ( Directing )
    Pada tahap ini, sangat penting bagi pemimpin
    untuk memberikan pengarahan yang jelas dan
    dapat dimengerti oleh orang-orang yang
    mengerjakan. Karena banyak pemimpin yang tidak

mengarahkan maksud dan tujuan mereka kepada
orang-orang yang mengerjakan.

  1. Pengendalian ( Controlling )
    Penting bagi setiap pemimpin untuk melakukan
    controlling Agar setiap proses dalam manajemen
    berjalan optimal dan sesuai rencana, maka perlu
    diberlakukan fungsi pengendalian.
    Manajemen yang baik akan membuat profit perusahaan
    semakin mudah di dapatkan. Strategi meledakkan
    profit diantaranya :
  2. Meningkatkan produktifitas SDM
  3. Menciptakan inovasi produk
  4. Mencari ceruk pasar premium
  5. Buat cost reductio system

Misalnya saja Apple Siapa yang tidak mengenal Apple?
Brand ini begitu fenomenal dipertengahan tahun 2010
dan makin mencuat namanya setelah kepergian
(wafatnya) pencetusnya, yaitu Steve Jobs.
Sejak iPhone pertama kali muncul, saham Apple
memang meningkat cukup pesat hingga 1.100 persen.
Sementara dalam setahun terakhir, nilai sahamnya terus
melonjak hingga sepertiga dari sebelumnya.
Sejumlah analis memprediksi kenaikan saham Apple
dalam beberapa bulan terakhir ini tidak lepas dari

keputusan perusahaan untuk membeli kembali saham
dengan nilai US$ 1 miliar.


Tidak hanya itu, Apple juga telah melakukan
diversifikasi sumber keuntungannya.
Perusahaan dilaporkan menghasilkan sekitar US$ 10
miliar setiap tiga bulan dari layanan penjualan aplikasi,
penyimpanan cloud, dan streaming musik.


Bukan rahasia bahwa Apple selalu mengedepankan
desain yang sederhana namun luar biasa, dan dibalik itu
ada kedahsyatan processor smartphone yang
memuaskan setiap penggunanya. Hal inilah yang
disukai pada pengguna Apple yang sekaligus jadi
strategi kreatif perusahaan Apple sendiri.


Mereka bisa menghadirkan kecanggihan yang dibalut
dengan kesederhanaan. Semua orang menginginkan
system canggih yang mensupport gadget mereka,
namun tidak semua orang mengerti akan kerumitan
sebuah gadget “canggih”.


Disini Apple memberikan solusinya, yaitu ‘simplicity’
atau kesederhanaan bagi para usernya.
Saat perusahaan teknologi menerapkan produksi
beralur; dari tim software, berlanjut ke tim hardware,
tim di Apple bekerja secara simultan. Dalam arti
lainnya mereka melakukan semuanya secara bersamaan,
maka ide-ide seakan tak ada batasnya.


Ada 5 poin ini akan sangat sederhana, namun karena
dieksekusi dengan baik maka sangat berpengaruh

terhadap kemajuan Appe.Inc sendiri. Beberapa
diantaranya adalah:

  1. Emosi Terhadap Sebuah Produk
    Apple tahu, kadang bukan kebutuhan (needs) yang
    menggerakkan orang untuk membeli. Ada emosi yang
    bisa lebih dominan untuk memberikan keputusan. Maka
    tak heran Jobs bersama tim memberikan emosi yang
    kental pada setiap campaign mereka.
    Baik iklan televisi, majalah ataupun digital campaign
    yang mereka lakukan selalu terkandung emosi yang
    kuat didalamnya. Salah satunya terjadi pada
    campaignnya yang bertemakan ‘think different’ pada
    tahun 1997.
  2. Experience Para Pengguna
    Pengalaman jadi senjata ampuh jika ingin produk anda
    unggul diantara prouk-produk yang lain. Karena saat
    ada 1 saja pengguna yang mengalami pengalaman baik
    dengan produk anda, maka ia akan menyebarkannya
    dengan sukarela, menjadi “marketing gratis” yang tak
    perlu dibayar.
    Inilah kekuatan “word of mouth”, bagaimana produk
    anda jadi pembicaraan orang lain.
  3. Kecintaan pada Produk
    Pengguna MacBook, iPhone, iPad maupun produk
    Apple lainnya yang telah melewati fase puas dengan
    produk dan memiliki pengalaman “indah” bersamanya,
    lalu menemukan sosok Steve Jobs serta

mengidamkannya, akan otomatis “jatuh cinta” dengan
produknya juga.
Seakan-akan mereka menggunakan produk Apple
karena memang mencintainya, apa sih yang nggak
dilakukan untuk yang terkasih? Ini mungkin merupakan
energi yang Apple berikan kepada penggunanya.

  1. Selalu Update!
    Kadang saya bingung, saat Apple mengeluarkan
    produknya bulan lalu, kok bisa-bisanya kembali
    mengeluarkan produknya beberapa bulan berikutnya.
    Lantas apa nggak keburu-buru promosi sementara
    produk sebelumnya belum mencapai penjualan
    maksimal?
    Ternyata begini cara Apple agar terus berinovasi, up-to-
    date dan menjaga komunikasi dengan penggunanya.
    Lihatlah, setiap product-launching maka akan diakan
    seminar dan gathering kecil-kecil pada pengguna Apple
    ini.
  2. Harga yang Eksklusif
    Terakhir, siapa yang mau membantah harga eksklusif
    dari iPhone?
    Sudah diketahui bahwa Apple mengatur standar
    harganya sangat apik dibanding brand lain. Karena
    mereka selalu memberikan kualitas yang tinggi, maka
    tentu mereka akan sangat aware dengan harga yang
    distributornya patok di pasaran.

Meskipun Apple menargetkan target premium namun
dengan management dan startegi-strategi yang
diterapkan mereka panen profit dengan menyasar pasar
premium).
Jadi dapat disimpulkan Jika manajemen baik maka
profit akan mengikut sedangkan jika manajemen buruk
profit pun akan buruk. Perusahaan harus bisa
menyeimbangkan manajeman yang baik dan startegi-
strategi yang tepat untum mendapatkan profit
maximum.
Coach Ben menginspirasi dan membantu banyak
pengusaha di Indonesia berdasarkan pengalaman-
pengalaman suksesnya dalam mengelola bisnis dan
bukan dari sudut pandang seorang yang berasal dari
non-praktisi melainkan dari seorang praktisi bisnis.
Sehingga, dengan memakai Mentoring Program
berbasis ‘praktik-praktik terbaik’ dan ‘proven model’
para klient mendapatkan hasil lebih cepat dan lebih
terarah.