THE NEXT LEVEL

Rahasia bisnis bisa tetap PROFITABLE dan bisa berja lan tanpa pemiliknya adalah sangat tergantung dengan kualitas SISTEM yang ada. Bisnis itu ibarat sebuah mesin yang hanya berjalan dengan output maksimal jika sistemnya berjalan dengan baik. Kebocoran yang bisa berakibat kebangkrutan usaha bisa terjadi karena sistemnya lemah atau sudah tidak lagi relevan di zaman NOW.

Beberapa pandangan salah tentang sistem adalah: bahwa sistem memerlukan biaya mahal untuk membangunnya, dan owner merasa ribet dan tidak bebas dengan adanya sistem. Untuk diketahui, 80% bisnis gagal dilima tahun pertama bukan karena disebabkan oleh faktor ekonomi, pelemahan atau penguatan dolar, atau bencana alam sekalipun, tapi disebabkan oleh kesalahan manajemen. Kenapa ini bisa terjadi? Sederhana, pemilik bisnis kerepotan dan kekurangan waktu mengelola penjualan, penagihan, produksi, pengembangan bisnis, bahkan perekrutan SDM. Jadi, jika ini dilakukan dengan cara tradisional dan manual, makan akan menimbulkan masalah.

The Next Level cocok untuk para pemilik bisnis yang ingin mencari cara-cara baru dalam membangun bisnis yang menghasilak PROFIT dan bisa dijalankan oleh siapa saja. Seperti yang kita tahu bahwa bisnis yang bagus membutuhkan SDM yang mumpuni dan butuh sistem yang SOLID. Walaupun membangun bisnis terlihat cukup sederhana, jika Anda belum memahami bagaimana caranya, maka risiko gagal akan lebih besar. Buku ini akan memperbesar peluang SUKSES Anda dan memperkecil risiko kegagalan dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Mungkin Anda belum mempunyai barang atau jasa yang relevan, atau mungkin Anda belum bertemu orang yang tepat juga.

GARY ingin ekspansi menuju THE NEXT LEVEL

Gary seorang pemilik perusahaan retail elektronik dan memiliki 9 cabang. Gary dari jam 6 pagi sudah berangkat untuk menghindari kemacetan dan membuka tokonya dari jam 9 pagi sampai jam 7 malam. Setelah 12 tahun menjalani kehidupan seperti itu, ada rasa jenuh dan ada banyak hal yang mengganggu Gary, ia ingin membuka cabang di tempat lain, tapi bingung siapa yang akan mengelolanya. Biasanya, dia yang membuka dan menutup tokonya sendiri. Dia yang melayani
konsumen dari pagi sampai malam. Ketika ingin bertemu saya pun, sangat sulit bagi dia untuk menemukan waktu yang pas. Akhirnya, diputuskan untuk bertemu di hari Sabtu sore. Kami bertemu di sebuah coffee shop untuk menemukan
insights atas permasalahan bisnis beliau. Di sore itu, Gary datang tergopoh-gopoh, karena konsumen masih memadati tokonya sehingga janji ngopi jam 3 sore, menjadi molor hingga baru dimulai jam 5. Bisnisnya cukup ramai dan Gary memang hanya dibantu oleh tiga orang staf biasa, sehingga dia berlaku sebagai pemilik sekaligus manajer toko. Di kamus saya, jika Anda memiliki bisnis dan masih harus mengurus hal-hal operasional, maka itu hanyalah sebuah
pekerjaan dan bukan bisnis. Definisi bisnis adalah sebuah institusi yang komersil, menguntungkan, dan bisa beroperasi tanpa sang pemilik harus nungguin. Setelah memesan kopi Americano, kami berbincang-bincang tentang tingkat keuntungan dari toko Gary.

Bisnis jika ingin meraup keuntungan harus memiliki sistem untuk mencetak keuntungan tersebut. Pertama, penting untuk menguji dan mengukur prospek konsumen atau traffic yang masuk ke toko per harinya. Gary pun tidak berpikir untuk melakukan itu. Dan setelah beberapa pertanyaan, sangat jelas bahwa selama ini Gary hanya sibuk berdagang dan bukan membangun sistem bisnisnya. Karena hal itulah, dia sulit meninggalkan tokonya. Gary pun semakin bingung ketika ditanyakan tentang berapa tingkat pembelanjaan per konsumen setiap kali kunjungan, berapa tingkat closing rate (berapa banyak konsumen yang masuk ke toko dan melakukan pembelian), dan seberapa sering konsumennya datang
per bulannya. Gary pun kesulitan mencari SDM bagus, atau lebih tepatnya tidak punya waktu untuk melakukannya.
Waktu bersama keluarga pun tergerus dan bahkan saat pulang dagang, terkadang hari sudah terlalu larut sehingga tak sempat bermain dengan anak. Gary ingin mengubah cara mengelola tokonya yang masih sangat konvensional dengan sebuah sistem, sehingga bisa membuka lebih banyak cabang dan bisa berjalan tanpa dia harus banyak terlibat.

Singkatnya, bagaimana bisnis bisa mencapai keuntungan yang lebih banyak? Pertama, Anda harus memahami lima parameter yang menentukan keuntungan dalam bisnis apapun:

1. Prospek
2. Tingkat Closing
3. Omzet per Konsumen
4. Pesanan berulang (Repeat Order)
5. Profit margin

Jadi jika ingin mengembangkan bisnis untuk menghasilkan profit, Anda yang harus berubah terlebih dahulu. Jika Anda merasa tidak perlu berubah, maka bisnis Anda akan stagnan dan tidak akan memberikan hasil yang diinginkan. Ketika Anda memahami korelasi antara pemilik bisnis dengan situasi dan perkembangan bisnis, saya memastikan bahwa bisnis dan kehidupan Anda akan menapaki suatu tahapan baru yang melegakan.