Tips Menentukan Target Market Spesialis (niche)

Beberapa tahun lalu, medications Ben Abadi Marketing Mentoring Program menangani sebuah perusahaan jasa percetakan khususnya sablon skala menengah besar. Perusahaan ini mengandalkan kualitas nomor satu untuk hasil sablon, illness sehingga segmen market mereka adalah kelas menengah atas. Alat yang mereka pergunakan pun bikinan eropa yang sudah teruji kualitas hasilnya. Tentu saja harga hasil sablonan mereka sedikit lebih tinggi dibanding harga di pasaran. Selama 30 tahun beroperasi, mereka selalu mendapatkan omzet dan profit yang sesuai dengan harapan. Sampai akhirnya pada awal tahun 2000-an lalu, usaha mereka mengalami stagnasi. Omzet bahkan menurun drastis yang secara otomatis memangkas profit cukup signifikan.

Setelah Ben Abadi Marketing Mentoring Program melakukan penyeledikan lebih lanjut terkait penyebab penurunan omzet tersebut, adalah karena kehadiran mesin – mesin sablon asal China yang banyak dipakai oleh pengusaha lokal. Sudah bukan rahasia jika produk asal Negeri Panda itu jauh lebih murah, apalagi kalau dibandingkan dengan produk Eropa. Akibatnya, banyak konsumen yang beralih ke produk China. Kualitas memang berbeda, tapi harganya sangat jauh lebih murah.

Di sini bisa dilihat bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan target market agar dapat mempertahankan omzet dan bahkan menaikkan omzet. Berikut tips menentukan target market spesialis :

  1. Siapa yang ingin Anda fokuskan. Fokuslah terhadap target market yang bisa memberikan profit yang Anda mau. Lupakan yang lain.
  2. Analisi konsumen yang Anda miliki saat ini (Fokus pada “siapa yang memberikan profit paling banyak dan apa saja persamaan mereka)
  3. Anda mau spesialisasi di mana ? Ingat Niche = RICH !
  4. Miliki mindset yang abundace (kelimpahan) kebalikan dari scarcity (kekurangan). Yakinlah karena kita menentukan market tanpa ego, pasti ada orang yang mau membeli produk kita.
  5. Apakah target market Anda mudah dijangkau ? atau berada dalam satu kategori tertentu ? Jika ya, lanjutkan.
  6. Analisa prospek ke depan. Jangan lupa untuk melihat jauh ke depan. Bagaimana potensi dan prospek target market kita, 5 tahun, 10 tahun atau 20 tahun ke depan ?

Setelah mendalami Tips Menentukan Target Market Spesialis (niche), akhirnya pemilik usaha mau mengubah target market-nya. Tapi perusahaan tersebut tetap tidak mau menggantikan mesin nya dengan mesin dari China karena mereka menganggap mesin asal China memiliki kualitas yang terlalu berbeda dibandingkan dengan produk Eropa. Setelah melalui berbagai pertimbangan, pasar yang ditargeti pun ditentukan, berada di tengah – tengah. Tidak kelas atas tetapi tidak juga kelas bawah. Salah satu cara adalah dengan menggunakan mesin buatan Thailand yang memiliki kualitas tidak terlalu berbeda dengan produk Eropa tetapi dengan cost yang dapat diminimalisir, dengan mesin jenis ini pun kualitas produk mereka tetap lebih bagus dengan harga yang lebih kompetitif.

Setiap perusahaan harus berpikir realistis dan mau mengikuti perubahan. Spencer Johnson dalam buku “Who Move my Cheese”, dengan sangat cerdas menggambarkan kondisi tersebut. Banyak orang yang bertanya, “Siapa yang memindahkan Keju saya ?” . Keju di sini bisa berbicara tentang peluang bisnis, market, produk/services. Banyak orang bingung dan terperanjat akan perubahan tersebut sehingga termakan dengan perubahan jaman. Alternatifnya jika “keju nya” pindah, kita bisa melihat peluang – peluang baru yang akan bermunculan. Pilihannya hanya dua, melawan atau berdansa dengan perubahan.

Jika Anda ingin segera melakukan perubahan atau segera ingin mengetahui Tips Menentukan Target Market Spesialis jauh lebih dalam dari pembahasan artikel ini, segera hubungi Ben Abadi Rapid Profit di (021) 45874088/89 , email : clientcare.benabadi@gmail.com